Namaku Alexa Putri Diana. Aku
adalah seorang model muslim di Australia. Aku bersekolah di Yudges
International School. Disana adalah tempat sekolah para model muslim.
Kesibukanku disana membuatku harus menjaga kesehatan fisik dan harus
berpenampilan seperti seorang Muslimah yang cerdas. Selain itu juga kami harus
mempelajari Al Qur-an, dan mempersiapkan diri untuk pentas nanti. Inilah
kesibukanku sebagai model muslim.
Tok…tok…tok….. “Alexa…….” Suara
bu Guru Elena membangunkanku.
“Ha…. Baiklah, Bu…!” Jawabku
sambil mengantuk. Sebenarnya aku masih ingin tidur. Tetapi, karena itu
perintah, akupun langsung mandi dan menggunakan seragam.
“Anida… Ayo bangun!” Kataku membangunkan
Anida.
“Aduh…. Kamu berisik sekali, sih,
Alexa!” Jawab Anida dengan suara yang masih mengantuk.
Kami adalah seorang model muslim
juga senior disini, tetapi kami tidak sombong, dan selalu mengajari adik kelas
kami berlatih. Oh, ya. Kami kelas IX SMP. Disana kami berlatih belajar Al
Qur-an dan harus berpakaian ala model.
Hari Sabtu ini, aku bersiap-siap
untuk ikut lomba model di sekolah Religion. Aku dibolehkan untuk keluar asrama.
Dan aku juga dibolehkan belanja pakaian di luar asrama.
“Alexa…. Tunggu aku!” Suara Anida
memanggilku dengan berteriak.
“Iya… ada apa Anida?” Jawabku
dengan bingung.
“Alexa, kamu ingin membeli baju
dimana?” Tanya Anida.
“Aku sih belum tahu. Tapi kamu
boleh ikut aku saja” Jawabku.
Kamipun berlari mengejar bus.
“Akhirnya busnya berhenti juga”
Kata Anida dengan terengah-engah.
“Tetapi masih ada untungnya. Kita
bisa olahraga juga khan?” Kataku senang.
Kamipun menaiki busnya.
“Lho… kenapa semua bangku di
belakang kami kosong ya, Pak?” Tanyaku bingung.
Bapak Supir menengok ke belakang.
“Lho… Paman! Kenapa Paman ada
disini?” Aku terkejut, ternyata supir bus itu adalah pamanku.
“Oh, Alexa…!” Pamanku tersenyum, “Paman
sudah lama bekerja sebagai supir bus” Jawab Paman.
Bus Paman terus melaju hingga
sampailah kami di sebuah mall besar di pusat kota.
“Alexa, sampai disini saja, ya”
Kata Pamanku. Aku dan Anidapun turun dari bus itu, sementara Paman pergi begitu
saja.
“Aku bingung kenapa kita
diturunkan disini” Kataku pada Anida.
“Jangan-jangan Pamanmu tahu kita
ingin belanja pakaian…” Jawab Anida.
“Paling juga Iya..”
Akhirnya kami langsung masuk ke
mall tersebut. Disana ternyata banyak baju-baju muslim yan didiskon.
“Nid, kita ke toko busana muslim
saja, Yuuk!” Kataku dengan senang.
“Emm… ya sudah..” Jawab Nida.
Kamipun memasuki toko busana
muslim dan membeli pakaian yang didiskon. Anida membeli kerudung, gelang, dan
kalung. Aku juga mebelikan sebuah gamis untuk ibuku.
“Alexa… Kita pulang yuuk..!” Ajak
Anida. Wajahnya sudah terlihat lelah.
“Yuuk..!” Akupun sama, lelah
juga. Kamipun pulang ke asrama Yudges International School untuk istrahat,
mempersiapkan fisik untuk lomba besok.
Pagi yang cerah. Aku bangun dari
tidurku. Aku menatap ke jam dinding.
“Astaghfirullahal ‘Azhim…. Sudah jam
07.00. Aku akan pentas pada pukul 09.00” Kataku dengan terkejut. Aku segera
mandi dan memakai pakaian yang kubeli kemarin.
“Aku…aku sudah siap!” Kataku
dalam hati sambil menatap bayanganku di cermin dengan mantap. Walau sebenarnya
degdegan juga. Setelah itu aku pergi ke kamar Anida. Ternyata Anida sudah
keluar. Akupun langsung ke luar asrama
menuju arena lomba, dan ternyata lombanya sudah dimulai. Alhamdu lillah belum
giliranku. Aku langsung menemui Anida.
“Alexa… setelah ini giliranmu”
Bisik Anida.
Benar kata Anida, tak lama
kemudian dipanggillah namaku untuk tampil di panggung. Aku naik panggung dengan
gaya ala model. Kumantapkan hatiku, dengan senyum yang mengembang kusapa setiap
penonton yang hadir. Para penonton bertepuk tangan penuh kagum.
Setelah turun dari panggung, aku
langsung bertemu dengan ibuku. Kuserahkan baju gamis yang kubeli untuk ibuku.
Ibuku tersenyum bangga kepadaku. Sementara, beberapa nomor telah berlalu,
saatnya pegumuman lomba. Ternyata Anida mendapatkan juara ke tiga, dan juara
pertamanya disebutkan…namaku! Aku bersyukur kepada Allah. Aku memeluk ibuku
erat, tidak percuma aku sebagai seorang shopaholic model.
Kiriman PIRYAL ATIYAH, siswi SDIT Ar-Risaalah Semanan Kalideres Jakarta Barat.
Bagi kalian yang ingin ceritanya
dimuat disini, silahkan kirimkan cerita kalian via email ke : mohammadsohir@yahoo.com dan m.sohir@gmail.com
Cerita yang dikirim akan diedit
seperlunya. Kirimlah cerita asli, bukan saduran/terjemahan/copas dari laman
yang lain. Cerita ini hanya untuk anak2 Indonesia, tidak menerima yang tidak
pantas untuk anak-anak.Jangan lupa sertakan nama, kelas, asal sekolah, alamat
dan biodata lain secukupnya.
BACA JUGA :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar