Minggu, 06 Oktober 2013

SHOPAHOLIC MODELS



Namaku Alexa Putri Diana. Aku adalah seorang model muslim di Australia. Aku bersekolah di Yudges International School. Disana adalah tempat sekolah para model muslim. Kesibukanku disana membuatku harus menjaga kesehatan fisik dan harus berpenampilan seperti seorang Muslimah yang cerdas. Selain itu juga kami harus mempelajari Al Qur-an, dan mempersiapkan diri untuk pentas nanti. Inilah kesibukanku sebagai model muslim.
Tok…tok…tok….. “Alexa…….” Suara bu Guru Elena membangunkanku.
“Ha…. Baiklah, Bu…!” Jawabku sambil mengantuk. Sebenarnya aku masih ingin tidur. Tetapi, karena itu perintah, akupun langsung mandi dan menggunakan seragam.
“Anida… Ayo bangun!” Kataku membangunkan Anida.
“Aduh…. Kamu berisik sekali, sih, Alexa!” Jawab Anida dengan suara yang masih mengantuk.
Kami adalah seorang model muslim juga senior disini, tetapi kami tidak sombong, dan selalu mengajari adik kelas kami berlatih. Oh, ya. Kami kelas IX SMP. Disana kami berlatih belajar Al Qur-an dan harus berpakaian ala model.
Hari Sabtu ini, aku bersiap-siap untuk ikut lomba model di sekolah Religion. Aku dibolehkan untuk keluar asrama. Dan aku juga dibolehkan belanja pakaian di luar asrama.
“Alexa…. Tunggu aku!” Suara Anida memanggilku dengan berteriak.
“Iya… ada apa Anida?” Jawabku dengan bingung.
“Alexa, kamu ingin membeli baju dimana?” Tanya Anida.
“Aku sih belum tahu. Tapi kamu boleh ikut aku saja” Jawabku.
Kamipun berlari mengejar bus.
“Akhirnya busnya berhenti juga” Kata Anida dengan terengah-engah.
“Tetapi masih ada untungnya. Kita bisa olahraga juga khan?” Kataku senang.
Kamipun menaiki busnya.
“Lho… kenapa semua bangku di belakang kami kosong ya, Pak?” Tanyaku bingung.
Bapak Supir menengok ke belakang.
“Lho… Paman! Kenapa Paman ada disini?” Aku terkejut, ternyata supir bus itu adalah pamanku.
“Oh, Alexa…!” Pamanku tersenyum, “Paman sudah lama bekerja sebagai supir bus” Jawab Paman.
Bus Paman terus melaju hingga sampailah kami di sebuah mall besar di pusat kota.
“Alexa, sampai disini saja, ya” Kata Pamanku. Aku dan Anidapun turun dari bus itu, sementara Paman pergi begitu saja.
“Aku bingung kenapa kita diturunkan disini” Kataku pada Anida.
“Jangan-jangan Pamanmu tahu kita ingin belanja pakaian…” Jawab Anida.
“Paling juga Iya..”
Akhirnya kami langsung masuk ke mall tersebut. Disana ternyata banyak baju-baju muslim yan didiskon.
“Nid, kita ke toko busana muslim saja, Yuuk!” Kataku dengan senang.
“Emm… ya sudah..” Jawab Nida.
Kamipun memasuki toko busana muslim dan membeli pakaian yang didiskon. Anida membeli kerudung, gelang, dan kalung. Aku juga mebelikan sebuah gamis untuk ibuku.
“Alexa… Kita pulang yuuk..!” Ajak Anida. Wajahnya sudah terlihat lelah.
“Yuuk..!” Akupun sama, lelah juga. Kamipun pulang ke asrama Yudges International School untuk istrahat, mempersiapkan fisik untuk lomba besok.
Pagi yang cerah. Aku bangun dari tidurku. Aku menatap ke jam dinding.
“Astaghfirullahal ‘Azhim…. Sudah jam 07.00. Aku akan pentas pada pukul 09.00” Kataku dengan terkejut. Aku segera mandi dan memakai pakaian yang kubeli kemarin.
“Aku…aku sudah siap!” Kataku dalam hati sambil menatap bayanganku di cermin dengan mantap. Walau sebenarnya degdegan juga. Setelah itu aku pergi ke kamar Anida. Ternyata Anida sudah keluar. Akupun  langsung ke luar asrama menuju arena lomba, dan ternyata lombanya sudah dimulai. Alhamdu lillah belum giliranku. Aku langsung menemui Anida.
“Alexa… setelah ini giliranmu” Bisik Anida.
Benar kata Anida, tak lama kemudian dipanggillah namaku untuk tampil di panggung. Aku naik panggung dengan gaya ala model. Kumantapkan hatiku, dengan senyum yang mengembang kusapa setiap penonton yang hadir. Para penonton bertepuk tangan penuh kagum.
Setelah turun dari panggung, aku langsung bertemu dengan ibuku. Kuserahkan baju gamis yang kubeli untuk ibuku. Ibuku tersenyum bangga kepadaku. Sementara, beberapa nomor telah berlalu, saatnya pegumuman lomba. Ternyata Anida mendapatkan juara ke tiga, dan juara pertamanya disebutkan…namaku! Aku bersyukur kepada Allah. Aku memeluk ibuku erat, tidak percuma aku sebagai seorang shopaholic model.



Kiriman PIRYAL ATIYAH, siswi SDIT Ar-Risaalah Semanan Kalideres Jakarta Barat.

Bagi kalian yang ingin ceritanya dimuat disini, silahkan kirimkan cerita kalian via email ke : mohammadsohir@yahoo.com dan m.sohir@gmail.com
Cerita yang dikirim akan diedit seperlunya. Kirimlah cerita asli, bukan saduran/terjemahan/copas dari laman yang lain. Cerita ini hanya untuk anak2 Indonesia, tidak menerima yang tidak pantas untuk anak-anak.Jangan lupa sertakan nama, kelas, asal sekolah, alamat dan biodata lain secukupnya.


BACA JUGA :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar